Senin, 14 Juni 2010

DAMPAK KONSUMSI KARBOHIDRAT YANG BERLEBIHAN TERHADAP POLA MAKAN MASYARAKAT DAN MAHASISWA

Karbohidrat adalah suatu zat gizi yang fungsi utamanya sebagai penghasil energi. Walaupun lemak menghasilkan energi yang lebih besar namun karbohidrat lebih banyak di konsumsi dalam kehidupan sehari hari, terutama di Negara yang sedang berkembang seperti di Indonesia karbohidrat merupakan jenis bahan yang mudah di dapat dengan nilai ekonomis rendah yang mudah di jangkau oleh berbagai kalangan masyarakat dibanding dengan berbagai jenis makanan yang mengandung protein atau lemak. Bahan makanan yang mengandung karbohidarat juga mudah didapat terutama pada jenis serelia yaitu pada tumbuhan jagung, padi, gandum, kentang, singkong, ubi dan sebagainya. Juga banyak terdapat pada jenis biji bijian yang tersebar luas di seluruh kawasan indonesia dan diberbagai belahan Negara di dunia pada umumnya.


Pada umumnya semua proses metabolisme di dalam tubuh merupakan satu rangkaian. Setiap manusia dan hewan yang menkonsumsi makanan akan menghasilkan energi dan energi dari proses oksidasi (pembakaran) karbohidrat ini kemudian akan digunakan oleh tubuh untuk menjalankan berbagai fungsi sepert bernafas, kontraksi jantung dan otot serta juga untuk menjalankan berbagai aktivitas fisik seperti berolahraga atau bekerja. Di dalam system pencernaan dan juga usus halus, semua jenis karbohidrat yang dikonsumsi akan terkonversi(perubahan bertahap) menjadi glukosa untuk kemudian diabsorpsi(diserap) oleh aliran darah dan ditempatkan ke berbagai organ dan jaringan tubuh. Molekul glukosa hasil konversi berbagai macam jenis karbohidrat inilah yang kemudian akan berfungsi sebagai dasar pembentukan energi di dalam tubuh. Melalui berbagai tahapan dalam proses metabolisme, sel-sel yang terdapat di dalam tubuh dapat mengoksidasi(merubah) glukosa menjadi CO2(karbodioksida) & H2O(uap air) dimana proses ini juga akan disertai dengan produksi energy.


Di dalam tubuh, karbohidrat yang telah dirubah menjadi glukosa tidak hanya berfungsi sebagai sumber energi utama. Bagi kontraksi otot atau aktifitas fisik tubuh, namun glukosa juga akan berfungsi sebagai sumber energi bagi sistem syaraf pusat termasuk juga untuk kerja otak. Selain itu, karbohidrat yang dikonsumsi juga dapat tersimpan sebagai cadangan energi dalam otot yang merupakan salah satu sumber energi tubuh saat sedang berolahraga.


Manusia membutuhkan karbohidrat dalam jumlah tertentu setiap harinya. Walaupun tubuh tidak membutuhkan dalam jumlah yang khusus, kekurangan karbohidrat yang sangat parah akan menimbulkan masalah. Contoh yang mudah kita liat dan banyak orang orang alami pada umumnya adalah timbul penyakit maag. Memang tidak 100% penyebab penyakit tersebut adalah dampak dari kekurangan karbohidrat, tetapi kekurangan karbohidrat adalah salah satu pemicu penyakit tersebut. Pada kalangan masyakatat menengah kebawah dan golongan mahasiswa jarang memperhatikan nilai gizi yang terkandung dalam suatu makanan yang di konsumsinya. Beberapa hal acuan yang digunakan masyarakat golongan menengah kebawah dan mahasiswa terhadap jenis makanan adalah hanya untuk memenuhi kebutuhan energi dan mengejar rasa kenyang saja dengan mengesampingkan nilai higienisnya serta kebutuhan gizi yang diperlukan dalam tubuh. Hal tersebutlah yang memicu mengapa pada masyarakat golongan menengah kebawah dan mahasiswa mudah terserang penyakit.


Menurut pendapat salah satu Dokter ahli gizi yaitu dr.Een Hendarsih Sp.PD bahwa lapar adalah sinyal bahwa tubuh mulai kehabisan “bahan bakar/karbohidrat” untuk beraktivitas. Sinyal itulah yang mengarahkan seseorang agar makan. Namun, sekalipun sangat lapar, tak seharusnya seseorang melahap makanan banyak-banyak. Sebab, daya tampung lambung terbatas. Bila makanan yang masuk ke tubuh terlalu banyak, lambung menjadi sangat penuh. Dalam kondisi begitu, konsentrasi utama tubuh hanya mengurai makanan tersebut. ''Sedangkan untuk mengurai makanan diperlukan oksigen,

''katanya,”Bila sebagian besar oksigen digunakan untuk mengurai makanan, organ tubuh lain akan kekurangan O2. Salah satunya otak. Dampaknya, menguap terus. ''Dalam kondisi begitu, konsentrasi untuk menjalankan aktivitas atau pekerjaan tentu turun.Dampak lainnya, kekenyangan memunculkan gangguan pada perut. Seperti sebah, mual dll. Hal tersebut akan mempengaruhi aktivitas orang tersebut”.


Dalam kalangan mahasiswa salah satu penyebab mengantuk saat perkuliahan tidak menutup kemungkinan disebabkan oleh konsumsi makanan yang terlalu banyak, karna pada dasarnya mengantuk merupakan salah satu tanda yang diberikan oleh tubuh agar seseorang beristirahat. Tapi jika selalu mengantuk sehabis makan itu pertanda ada yang salah dalam makanannya, enzimnya atau kondisi kadar gula darahnya. Kebanyakan beberapa masyarakat dan mahasiswa kurang memperhatika pola makan dan kurang mengerti akan cara menggabungkan makanan agar dapat digunakan oleh tubuh sebagai nutrisi (food combining). Beberapa jenis makanan membutuhkan enzim tersendiri agar bisa dicerna seperti protein memerlukan protease, karbohidrat memerlukan amilase dan lemak memerlukan lipase. Ketika seseorang mengonsumsi protein dan karbohidrat secara bersamaan, maka bisa menimbulkan konflik enzim dalam pencernaan. Usahakan untuk menggabungkan protein dengan sayuran non-pati (sayuran berwarna hijau, tapi bukan kentang atau wortel), menggabungkan karbohidrat dengan sayuran, biji-bijian, mengonsumsi buah saja atau mengonsumsi beberapa persen makanan mentah atau dikukus. Penggabungan makanan ini bisa membuat seseorang merasa kurang mengantuk dan menambah lebih banyak energi.


Beberapa jenis contoh lain penyebab makan yang berlebihan membuat mahasiswa sering membolos kuliah disebabkan mangantuk yaitu aktivitas merokok setelah makan. Pada aktivitas tersebut pengaruhnya akan lebih besar dibanding dengan makan yang terlalu berlebihan saja, beberapa tanggapan mahasiswa yang menkonsumsi rokok setelah makan, akan lebih nikmat dibanding merokok sebelum makan. Beberpa mahasiswa yang merokok menanggapi bahwa rokok akan memberikan sensasi yang lebih nikmat bila keadaan mulut atau perut dalam keadaan kenyang. Pada contohnya saat menikmati kopi, makanan kecil, atau beberapa minuman yang mengandung alkohol seringkali disertai atau bersamaan dengan merokok. Dalam sistem pancernaan orang yang merokok setelah makan akan menyebabkan enzim-enzim yang bekerja di dalam tubuh menjadi berantakan, Enzim bisa diibaratkan sebagai pekerja dalam tubuh, seperti rumah yang tidak akan bisa dibangun tanpa adanya pekerja meskipun bahan-bahannya sudah lengkap. Enzim memecah makanan yang dikonsumsi menjadi unit-unit yang lebih kecil sehingga dapat diserap oleh tubuh. Selain itu enzim juga bisa berfungsi sebagai katalis untuk membuat sesuatu bisa terjadi. Terdapat tiga jenis enzim yang dibutuhkan oleh tubuh untuk mencerna makanan yaitu enzim pencernaan yang disekresikan oleh kelenjar ludah, perut, pankreas, sel-sel endokrin dan juga usus kecil. Kedua, enzim yang ditemukan pada seluruh makanan mentah yang dikonsumsi. Ketiga, enzim metabolik yang berfungsi sebagai katalis, memproduksi energi, membuang kotoran dan detoksifikasi racun. Dalam hal tersebut dijelaskan bahwa enzim metabolik berfungsi untuk menetralisir racun dalam proses pencernaan makanan.

“coba anda bayangkan bagaimana racun dalam rokok diolah bersamaan dengan makanan dalam proses pencernaan????”

Hal tersebulah yang menyebabkan fungsi enzim menjadi berantakan atau orang tersebut akan kekurangan enzim, Pada Saat seseorang sedang makan, enzim tubuh bekerja sangat keras agar dapat mencerna semua makanan yang masuk. Karena terlalu keras bekerja, tubuh merasa lelah dan seharusnya saat lelah makanan yang dimakan bisa memberikan energi. Tapi bagi orang yang kekurangan enzim yang disebabkan oleh rokok, makanan yang dimakan tidak bisa jadi energi karena ada gangguan penyerapan zat gizi. Akibatnya saat enzim lelah, tidak ada asupan energi sehingga membuat seseorang menjadi mengantuk. Hal tersebutlah yang menyebabkan beberapa mahasiswa mengatuk saat perkuliahan. Efek ngantuk ini dapat menurunkan konsentrasi belajar sehingga materi yang diberikan oleh dosen sering menjadi ga masuk akal atau ga masuk akal pikiran karena ngantuk.


Menurut pendapat salah satu dokter dr.Isnaini.S.Ked menyatakan bahwa Alasan seseorang mengantuk setelah makan adalah neuron orexin. Neuron ini berada di hipotalamus yang merupakan bagian dari otak yang mengatur banyak proses serta hampir semua hormon. Ketika kadar gula darah meningkat, hal ini mengakibatkan kerja dari neuron orexin dihambat. Akibatnya seseorang akan merasa mengantuk karena kinerja neuron orexin yang bertanggung jawab untuk mengontrol seseorang agar tetap terjaga dihambat.


Secara umum penerapan pola makan dan hidup sehat haruslah sudah diterapkan sejak dini, apabila tidak diterapkan sejak dini hal tersebut akan menjadi kebiasaan buruk dalam kehidupan sehari hari misalkan saja pada anak berusia 5th yang terbiasa suka makan coklat. pengaruh coklat memang tidak begitu berbahaya bila dikonsumsi dalam jangka waktu tertentu, tetapi apabila dikonsumsi dalam jangka panjang akan berdampak buruk bagi konsumen. Salah satu dampak yang mudah terlihat adalah kerusakan atau kekeroposan pada gigi. Bila kebiasaan tersebut terus lama berlanjut tidak menutup kemungkinan akan terjadi kerusakan gigi permanen yang akan terbawa terus hingga dewasa. Sedangakan kemungkinan terburuk yaitu bila anak tesebut mewarisi gen diabetes dari keturunan sebelumnya, tidak menutup kemungkinan anak tersebut memupuk sejak dini kemungkinan penyakit tersebut muncul pada dirinya.


Terkadang penilaian setiap orang tentang makanan tidak selalu positif, hal tersebutpun tidak berlaku hanya untuk orang manula atau lanjut usia yang harus mengendalikan pola makan demi menjaga kelangsungan hidupnya. Terkadang manusia lupa bahwa seluruh pemilik kehidupan di dunia ini adalah milik allah semata. Sepintar pintar manusia mencoba melindungi harta dan jabatannya, apabila allah tidak menghendaki umatnya memilikinya maka cepat atau lambat juga akan hilang. Sama halnya nyawa manusia dan kehidupan di dunia semuanya adalah milik allah. Sepandai pandainya kita mencoba mengendalikan pola hidup sehat dan konsumsi yang cukup dengan asupan nutrisi yang tepat disertai dengan doa insaallah tubuh akan tetap sehat dan terhidar dari berbagai jenis penyakit. Pada dasarnya pola makan untuk orang orang yang telah lanjut usia tentu berbeda dengan kita yang masih berumur 15-25th dalam tubuh manusia yang telah lanjut usia fungsi dari system pencernaannya juga menurun seiring dengan waktu. Seperti ibarat siapa yang menanam maka dia yang akan menuai. Sama halnya dengan kehidupan manusia, bila sejak dini kita telah menerapkan pola hidup yang tepat maka insaallah di hari tua kita akan tetap terjaga dengan sehat begitu pula sebaliknya.



Dapak konsumsi yang berlebihan terhadap masyarakat umum tidak terlepas dari faktor umur jika dilihat pola makan orang-orang yang memiliki usia muda sekitar 10-25th lebih sering mengabaikan kandungan yang ada di dalam makanan tersebut contoh sederhana bisa kita liat adalah seringnya anak muda sekarang menkonsumsi mie instan, salah satu kandungan yang terdapat adalah natrium yang tinggi. Natrium yang terdapat di dalam mie instan berasal dari garam (NaCl) dan bahan pengembangnya Bahan pengembang yang umum digunakan adalah natrium tripolifosfat, mencapai 1% dari bobot total mi instan per takaran saji. Natrium memiliki efek yang kurang menguntungkan bagi penderita maag dan hipertensi. Sering makan mie instant tidak baik untuk kesehatan. Hal ini dapat menyebabkan rambut sering rontok, kanker usus, ginjal batu, gagal ginjal, dan mungkin bisa penyakit lainnya. Makan mie instant itu berbahaya karena mie instant mengandung zat zat kimia dalam bumbunya dan mie-nya yang cukup berbahaya. Maka bila seseorang sering makan mie instant zat-zat tersebut akan menumpuk dalam tubuhnya tanpa sempat dibuang dan akan lebih baik dihindari pengkonsumsian dalam jangka panjang.



Pada golongan orang orang yang berumur 28-50th harus lebih waspada, karna dalam kondisi tersebut organ tubuh akan mudah peka tehadap perubahan kondisi alam serta pengaruh kebiasaan dalam kehidupan sehari hari. Kesehatan seseorang bukan ditinjau dari pola makan saja tetapi kehidupan secara pribadi seperti halnya kebiasaan keluar malam, begadang, minum alkohol, merokok, bahkan kehidupan sexs bebas dll, sedikit banyak akan berpengaruh terhadap kondisi tubuh. Beberapa dampak akibat kesalahan pola makan akan mulai terasa pada orang yang berkondisi umur sekian. Antara lain yang mudah terlihat adalah kandungan kadar dalam darah akan mulai rancu menyebabkan pada kondisi ini sering orang terkena penyakit darah tinggi atau darah rendah, asam urat, bahkan ostioporosis dll. Sehingga akan lebih baik pada usia sekian ditunjang dengan asupan nutrisi yang lebih seperti halnya susu berkalsium tinggi dan beberapa jenis vitamin alami serta olahraga cukup.

Pada golongan masyarakat yang berumur 50th keatas pola makan dan seluruh kegiatan haruslah benar-benar dijaga, pada usia ini dapat dikatakan merupakan seseorang telah mencapai setengah usia puncak. Setelah memasuki usia lanjut, semua fungsi organ tubuh seseorang menurun dengan nyata. Maka, harus menyesuaikan kembali struktur makanannya berdasarkan kondisi kesehatannya sendiri. Dengan prinsipnya ialah jangan makan sampai merasa kenyang, perlu memperhatikan komposisi gizi yang berpengaruh terhadap zat dalam tubuh. Pada usia ini baiknya menghentikan pengkonsumsian minuman beralkohol karna pengaruh alkohol terhadap tubuh akan bertambah nyata setelah usia lanjut. Misalnya dengan minum tiga sloki arak putih tidak menjadi soal pada masa mudanya, tapi akan merasa pening dengan minum satu sloki saja di masa tuanya, ini disebabkan ketahanan tubuh terhadap alkohol sudah sangat berkurang. Maka dianjurkan orang lanjut usia jangan terlalu banyak minum arak, lebih-lebih jangan mencoba melupakan segala kekesalan dalam hati dengan cara minum arak sampai mabuk.

Dalam ajaran islam salah satu syahwat yang sangat dominan berasal dari kebanyakan makan. Kebanyakan makan akan mengakibatkan sejumlah dampak tercela pada diri kita. Dampak-dampak itu diantaranya adalah:

1. Menyebabkan hilang rasa takut terhadap allah.

2. Menumbuhkan rasa cinta terhadap dunia karna nikmat sesaat.

3. Menghilangkan kasih sayang sesama mahluk karna rasa kenyang itu membuat kita lupa bahwa banyak orang yg masih kelaparan.

4. Memunculkan rasa malas beribadah karna terlalu kenyang.

5. Terlalu kenyang membuat sulit bernapas dan dapat mendatangkan berbagai macam penyakit.

Selama hidupnya Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam tidak pernah sakit, kecuali menjelang wafat. Ada seorang tabib dari Romawi yang ketika itu berada di Madinah ingin menyumbangkan tenaganya untuk mengobati Rasulullah SAW bila sakit. Tapi selama di Madinah, tabib itu menganggur karena ternyata Rasulullah selalu sehat tak pernah sakit. Tabib ini menanyakan rahasia Rasul, mengapa beliau tak pernah sakit.

Rasulullah kemudian menjelaskan resepnya,


Kami adalah kaum yang tidak pernah makan sebelum merasa lapar, dan berhenti makan sebelum merasa kenyang.”

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar